tetralogi Laskar pelangi
Ditulis oleh readinc di/pada Juni 26, 2008
Pramoedya Ananta Toer adalah sebuah nama besar dalam dunia sastra. Karya-karya besarnya seperti tetralogi pulau buru membuatnya sempat dinominasikan menjadi salah satu calon pemenang nobel sastra. Saat ini, Pram sudah tak ada lagi, meninggalkan karyanya yang luar biasa. Namun, dunia sastra Indonesia terkesima ketika seorang pemuda yang mengaku tak punya latar belakang sastra, menggebrak melalui karyanya. Tidak tanggung-tanggung, dia langsung membuat tetralogi. Sontak orang mulai membandingkannya dengan Pramoedya. Apalagi kualitas tulisannya mampu membuat banyak orang berdecak kagum. . “Menyentuh…” kata Garin Nugroho. “Mengharukan…” kata Korrie layun Rampan. “Menarik…” komentar Sapardi Djoko Damono. “Kemelaratan yang indah…” tulis Tempo. ”Novel tentang dunia anak-anak yang mencuri perhatian…” puji Gatra. Karya pemuda ini memang luar biasa, begitu membumi, sederhana, lucu, menggemaskan, sekaligus mengharukan. Cara berceritanya juga sangat detail karena keinginan sang penulis untuk memberikan kesan filmis pada orang yang membaca buku-bukunya. Pemuda itu bernama Andrea Hirata Seman dan tetraloginya diberi nama tetralogi Laskar Pelangi.
Tetralogi Laskar Pelangi bercerita tentang perjalanan seseorang bernama ikal semenjak kecil hingga menyelesaikan pendidikannya di Perancis. Orang bisa dengan mudah menebak bahwa tetralogi ini adalah sebuah memoir pribadi sang penulis yang seorang cum laude dari Sheffield Hallam University, Inggris dan Universite de Paris Sorbonne. Di dalam karya yang didekasikan untuk para gurunya ini, Andrea memang bercerita tentang perjalanan hidupnya. Bagian pertama dari tetralogi ini berjudul Laskar Pelangi yang becerita tentang masa kecil si ikal bersama teman-temannya yang menyebut dirinya laskar pelangi dan tinggal di pulau Belitong nan kaya akan timah. Buku ini dirilis sejak September 2005 dan berkali-kali mengalami cetak ulang. Buku keduanya yang berjudul Sang Pemimpi menceritakan masa-masa remaja ikal di SMA Belitong. Buku keduanya juga luar biasa larisnya hingga harus cetak ulang dalam waktu 3 minggu setelah dirilis. Buku ketiganya baru saja dirilis bulan Juni 2007 dengan judul Edensor. Bagian ketiga ini berkisah tentang perjuangan si ikal bersama teman dan sepupunya, si Arai dalam menempuh pendidikannya di benua Eropa. Tetralogi ini belum berakhir karena bagian terakhirnya masih dalam tahap pengerjaan. Rencananya, buku keempat Andrea akan diberi judul Maryamah Karpov.
Garis besar Tetralogi Laskar Pelangi ini adalah sebagai berikut :
Novel Pertama – Laskar Pelangi adalah sekumpulan anak yang lahir dan tumbuh di sebuah pulau kaya timah di negeri Indonesia. Namun, pulau yang semestinya kaya raya itu ternyata justru miskin tidak hanya dari sisi ekonomi, melainkan juga pendidikan. Di tengah-tengah keterbatasan fasilitas, anak-anak itu ternyata memiliki semangat belajar yang luar biasa tingginya.Laskar Pelangi, begitulah Bu Mus menjuluki anak-anak didiknya. Harapannya, anak-anak didiknya itu akan bisa memberikan warna indah dunia selayaknya pelangi. Dan nama adalah doa. Meski tidak semua, ada juga anggota Laskar Pelangi yang bisa mendapatkan prestasi luar biasa dan membanggakan.
Novel Kedua – Sang Pemimpi hadir dengan kisah-kisah sederhana. Namun dari kesederhanaan inilah pembaca akan disadarkan bahwa kemiskinan dan berbagai hambatan yang membelit cita-cita seseorang bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Selain itu Melalui rangkaian kisah-kisah dalam buku ini baik yang filosofis, menyentuh bahkan menggelikan akan terlihat secara jelas betapa dashyatnya tenaga mimpi dari tokoh-tokohnya sehingga membawa mereka untuk terus berjuang menaklukkan berbagai rintangan- yang mereka hadapi untuk mewujudkan mimpi mereka.
“Kita akan sekolah ke Perancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apapun yang terjadi!”
Novel ketiga – Edensor bercerita tentang petualangan Ikal dan Arai di Eropa. Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Perancis. Ikal dan Arai mengalami banyak kejadian yang orang biasa sebut sebagai kejutan budaya. Banyak kebiasaan dan perabadan Eropa yang berlainan sama sekali dengan peradaban yang selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia., khususnya Melayu.Didalam buku ini juga Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan-kenalan yang pernah mereka lakukan semasa kecil dan remaja dulu. Pembaca akan dibawa ke dalam petualangan mereka menyusuri Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat tebahak sekaligus berurai air mata.
Aku Ingin hidup!, Ingin merasakan sari pati hidup!
Maryamah Karpov, ini buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi. Dengan satirenya yang khas, ironi yang mengelitik dan intelejensia yang meluap-luap namun membumi, Andrea berkisah tentang perempuan dari satu sudut yang amat jarang diekspos penulis Indonesia dewasa ini.
