Dragon Keeper
Ditulis oleh readinc di/pada Juli 2, 2008

Dragon Keeper
Cerita ini bermula dari kehidupan seorang budak yang tidak mengetahui namanya sendiri. Tuanya berlaku kejam terhadapnya, bukan hanya membiarkan diri dalam kebodohan tetapi juga memperlakukannya semena-mena. Tugasnya sehari-hari adalah mengurus ternak tuannya, yang membawanya mengenal naga. Tuannya adalah seorang pengurus naga bagi kaisar yang merupakan seorang pemalas yang serakah. Naga pada zaman ini seharusnya menjadi hewan yang dipercaya dapat membawa berkah bagi para penguasa, namun tahun demi tahun kepercayaan terdebut memudar dan para kaisar tidak lagi peduli akan naga.
Gadis budak itu akhirnya kabur dari istana dengan membawa Sang Naga dan Batu bertuahnya Dia menjadi buronan dan melarikan naga tersebut bersama Hun, tikus peliharaannya. Naga menjadi “mentor” yang berusaha mengeluarkan gadis ini dari kebodohan dan kesempitan pikirannya. Dalam perjalanan mereka bertemu Wang Cao, sahabat naga, yang seorang tabib.
Batu bertuah Sang Naga yang hilang, membawan mereka berkenalan dengan Liu Chen, kaisar muda yang baru dinobatkan. Ping (nama gadis Budak) dan Liu Chen bersahabat tapi persahabatan terpaksa diputuskan. Ping memilih untuk mengutamakan kepentingan Sang naga dan Batu.
Cerita ini disampaikan dengan gaya bertutur yang sederhana dan bahasa yang gamblang sehingga tidak sulit dicerna. Dibanding Eragon, cerita novel ini jauh lebih sederhana. Tokoh-tokoh utamanya baik yang protagonist maupun antagonis tidak banyak dan hubungannya pun tidak rumit. Alurnya pun tidak sulit didikuti. Gaya bertutur penulis Hampir mirip JK Rowling dalam buku Harry Potter nya. Walaupun demikian kesederhanaan itu justru memikat karena dengan kesederhanaan itu, Pengarang mampu menguraikan tahapan hubungan dan kecamuk emosi maupun mendeskripsikan situasi cerita secara jelas. Kekuatan dari cerita ini justru kesederhanaan tutur katanya yang mengentalkan imajinasi tanpa dekorasi kata yang terlalu berat.
Bacaan ringan yang sesuai untuk anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa yang ingin membebaskan imajinasinya…
By
Retnaning Ratri (15518)