RESENSI BUKU : ANTOLOGI KEKELIRUAN
Ditulis oleh readinc di/pada Juli 22, 2008
Judul : Antologi Kelirumologi
Penulis : Jaya Suprana
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan : I, 2005
Tebal : 186 hal
Apa yang terbayang di kepala anda saat mendengar nama Jaya Suprana ? mungkin ada 1 kata yang bisa menggambarkannya : aneh !
Sebagai pendiri & penggiat MURI, orang melihat beliau selalu bergelut dengan hal-hal yang aneh. Dengan dedikasi beliau sampai saat ini terhadap keanehan, tampaknya itu tak lepas dari karakter beliau yang humoris dan lain daripada yang lain. Selain MURI, beliau juga sangat giat “mempromosikan” keahlian lainnya dalam “ilmu-aneh” yang disebutnya sebagai kelirumologi. Dari katanya, tergambar bahwa “ilmu-aneh” ini berkaitan erat dengan kekeliruan. Yakk, kelirumologi memang “mengurusi” fakta-fakta keliru yang sudah terlanjur salah kaprah dianggap benar di masyarakat. Nahh, jika kemudian anda menjumpai sebuah buku tentang kelirumologi yang ditulis oleh seorang bernama Jaya Suprana, apa yang ada di benak anda ? menurut saya, pastinya adalah super aneh, super lucu dan super menarik ! Kenapa ? karena kelirumologi ditulis sendiri oleh pakar dan pelopornya !!
Kesan pertama saya pada buku ANTOLOGI KELIRUMOLOGI ini adalah isinya yang “padat”. Selain untuk cover dan daftar isi, tak banyak halaman yang digunakan untuk “basa-basi”. Halaman selebihnya didekasikan penuh untuk sajian utama buku ini yang terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok data kelirumologi (123 artikel) sedang yang kedua adalah kelompok naskah kelirumologi (23 artikel). Perbedaan keduanya ada pada panjang-pendeknya bahasan kelirumologi. Dimulai tentang kelirumologi yang dibuat bapak-bapak bangsa ini dalam naskah proklamasi, berbagai fakta-keliru pun digulirkan. Ada yang menyoal tentang kekeliruan asumsi masyarakat awam tentang bunglon yang berubah warna, rasisme mantan raja catur dunia, nama kota di Amerika yang membuat bingung, prasangka orang Amerika yang menyangka bahwa Kama Sutra adalah nama sebuah restoran hingga peristiwa kekeliruan yang kemudian ternyata membawa berkah. Tak lupa, Jaya Suprana juga menyelipkan sindiran bagi para politikus negeri kita yang memang sudah terkenal sebagai gudangnya kelirumologi. Mulai dari catatan menggelikan tentang “keanehan” calon menteri saat jaman Pak Harto hingga pernyataan plin-plan para tokoh bangsa masa kini yang suka menjilat ludah demi kepentingannya sendiri.
Secara keseluruhan, memang kumpulan artikel ini menampilkan berbagai fakta yang seringkali belum saya tahu dan menggelikan. Tak boleh tidak, saya harus angkat topi pada kegemaran Jaya Suprana dalam mengumpulkan fakta-fakta aneh. Namun, seperti yang disampaikan Jaya Suprana dalam pengantarnya, buku ini boleh jadi juga tak lepas dari kekeliruan. Itulah “aneh”nya kelirumologi, karena yang benar bisa jadi keliru, sebaliknya yang keliru pun terkadang adalah sesuatu yang benar. Sangat menarik sebenarnya. Sayangnya, yang agak mengganggu adalah pengemasan buku ini yang terkesan asal jadi. Untuk sebuah buku yang menarik, cara penyampaian buku ini tak terlalu menarik. Jika melihat tampilan layoutnya, buku ini lebih mirip diktat kuliah dari dosen. Isinya pun sepertinya asal tempel saja. Tak jelas kenapa bisa seperti itu. Nama besar Elex Media Komputindo rasanya tak sebanding dengan hasil akhir buku ini. Mungkin itu sebabnya buku ini jadi biasa-biasa saja. Mungkinkah penyebabnya adalah ketergesaan dalam penyusunan mengingat buku ini dimaksudkan untuk mengiringi Kelirumologi Award yang diadakan saat itu ? Hanya penerbitnya yang bisa menjawab. Buat pembacanya, yang bisa dilakukan adalah menikmati buku ini apa adanya. Bukan begitu ??